Mengenal Jenis Marine Fuel Oil Berdasarkan Tingkat Sulfur dan kekentalannya!

Latest Post

Jenis bahan bakar minyak yang ada di Indonesia ini sangatlah bervariasi dan bisa digunakan sesuai kebutuhan. Salah satu jenis bahan bakar minyak yang populer di kalangan industri dan juga perkapalan adalah Marine Fuel Oil (MFO). Jenis MFO ini juga ada banyak dan biasanya dibedakan berdasarkan tingkat sulfur dan juga kekentalannya.

Marine Fuel Oil yang didistribusikan oleh supplier minyak industri adalah produk minyak residu dengan warna hitam pekat. Jenis ini sangat cocok dijadikan pilihan untuk mesin kapal laut perputaran rendah, pembakaran langsung di pabrik atau pembangkit listrik. Berikut adalah jenis Marine Fuel Oil yang umum didistribusikan oleh supplier MFO di Indonesia!

Mengenal Jenis MFO

1. High Sulphur Fuel Oil (HSFO)

Hampir seluruh fuel supplier Indonesia memiliki jenis BBM yang memiliki residu dengan kandungan sulfur tinggi ini. Kandungan sulfur yang ditemukan pada produk ini bisa mencapai 3.5% – 4% dengan viskositas tinggi seperti HSFO 180 dan HSFO 380 untuk mesin putaran rendah.

Dengan tingkat kandungan sulfur yang tinggi, produk ini dibanderol dengan harga yang lebih ekonomis dibandingkan dengan BBM bersulfur rendah. Selain itu, produk ini juga punya daya panas yang lebih tinggi sehingga bisa bekerja optimal pada mesin besar. Stabilitas dari HSFO cukup baik untuk disimpan di dalam tangki industri.

Supplier HSFO biasanya menargetkan produknya pada mesin kapal laut yang menggunakan penggerak utama berupa mesin diesel dengan putaran rendah atau dibawah 300 rpm. Selain itu, produk ini juga diperlukan di sektor industri seperti pabrik dan boiler sebagai bahan bakar pembakar dapur berskala besar.

2. Low Sulphur Fuel Oil (LSFO)

Jenis selanjutnya yang bisa ditemukan adalah Low Sulphur Fuel Oil atau LSFO. Produk milik supplier solar yang ini dianggap sebagai BBM berat dengan kandungan sulfur rendah maksimal 0.5%. Jumlah tersebut harus dipatuhi sesuai dengan aturan emisi global dari IMO. Kandungan sulfur yang rendah tentu membuat produk ini sangat ramah lingkungan dan membuat mesin jauh lebih awet.

Kandungan sulfur pada bahan bakar berpotensi menyebabkan korosi dan kerak. Itulah mengapa LSFO ini dianggap lebih efektif digunakan untuk mengurangi resiko kerusakan pada mesin. Meskipun kandungan sulfurnya rendah, penggunaan bahan bakar ini terbilang cukup stabil dalam menjaga efisiensi alat.

Para supplier LSFO akan menargetkan jenis BBM ini untuk industri maritim seperti pesiar, kapal laut dan kapal kargo. Selain itu, dalam sektor industri, bahan bakar ini juga digunakan dalam proses pembakaran mesin dan pembangkit listrik tertentu. Produk bahan bakar MFO ini didistribusikan dengan banyak metode pengiriman dimana salah satunya dengan cara Ship-to-Ship (STS).

3. Intermediate Fuel Oil

Terakhir, supplier BBM industri memiliki Intermediate Fuel Oil ayang merupakan campuran minyak residu dengan minyak distilat yang diciptakan untuk menghasilkan tingkat kekentalan menengah sesuai spesifikasi mesin.

Bunker supplier tidak hanya menyalurkan jenis bahan bahan MFO saja, tetapi ada juga beberapa jenis bahan bakar lainnya seperti Marine Gas Oil (MGO) dan High Speed Diesel (HSD). Bunker fuel supplier Indonesia melakukan pengiriman bahan bakar langsung ke tangki kapal menggunakan pipa, kapal tongkang atau truk tangki. Turbion menjadi salah satu distributor yang menerapkan sistem bunkering Indonesia tersebut.

Tags:

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *