Memahami Perbedaan Marine Fuel Oil (MFO) dan High Speed Diesel (HSD)

Latest Post

Meskipun sama-sama digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin diesel di sektor industri dan pembangkit listrik, Marine Fuel Oil (MFO) dan High Speed Diesel (HSD) memiliki karakteristik yang berbeda. Kedua bahan bakar yang berasal dari hasil pengolahan minyak bumi ini dirancang untuk kebutuhan operasional yang berbeda, mulai dari proses pengolahan, karakteristik fisik, aplikasi pada mesin, hingga efisiensi penggunaannya.

Memahami perbedaan tersebut akan membantu industri memilih jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional.

Perbedaan Marine Fuel Oil dan High Speed Diesel

1. Proses Pengolahan dan Karakteristik

Jika dilihat dari segi pengertiannya, kedua produk dari supplier solar ini sangatlah berbeda. High Speed Diesel (HSD) merupakan bahan bakar hasil proses destilasi minyak bumi yang memiliki karakteristik lebih ringan dan viskositas yang rendah. Karena sifatnya tersebut, HSD dapat langsung digunakan tanpa memerlukan proses pemanasan sebelum dialirkan ke mesin.

Sementara itu, Marine Fuel Oil (MFO) merupakan bahan bakar residu hasil penyulingan minyak mentah. Karakteristik ini membuat MFO memiliki viskositas yang lebih tinggi sehingga memerlukan proses pemanasan sebelum dapat dipompa dan dibakar secara optimal.

Secara umum, MFO tersedia dalam dua jenis, yaitu High Sulphur Fuel Oil (HSFO) dan Low Sulphur Fuel Oil (LSFO).

HSFO memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi sehingga menghasilkan emisi sulfur oksida (SOx) yang lebih besar. Sementara itu, LSFO memiliki kandungan sulfur yang lebih rendah sehingga lebih sesuai dengan regulasi emisi yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO). Pada kapal yang menggunakan HSFO, umumnya diperlukan penggunaan exhaust gas cleaning system (scrubber) untuk membantu memenuhi ketentuan emisi yang berlaku.

2. Peruntukan Mesin

HSD umumnya digunakan pada mesin diesel berkecepatan tinggi, seperti kendaraan komersial, alat berat, generator, maupun mesin industri tertentu. Sementara itu, MFO lebih banyak digunakan pada mesin diesel putaran rendah, seperti kapal niaga berukuran besar, boiler, dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan dapat memilih metode distribusi yang sesuai dengan operasionalnya, seperti Ship-to-Ship (STS), Port-to-Ship (PTS), maupun Trucking.

Salah satu metode distribusi yang banyak digunakan di sektor maritim adalah Ship-to-Ship (STS), yaitu proses transfer bahan bakar langsung dari kapal bunker ke kapal penerima tanpa harus bersandar di pelabuhan. Metode ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi waktu tunggu kapal.

Sebagai Fuel Supplier Indonesia, Turbion menyediakan berbagai metode distribusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional pelanggan.

3. Nilai Cetane dan Viskositas

Salah satu perbedaan utama antara HSD dan MFO terletak pada nilai cetane dan viskositasnya. HSD memiliki angka cetane yang lebih tinggi sehingga proses pembakarannya berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, MFO memiliki viskositas yang lebih tinggi serta angka cetane yang lebih rendah sehingga memerlukan proses pemanasan sebelum digunakan.

4.Harga

Harga bahan bakar yang diterapkan oleh supplier solar pasti berbeda-beda. Namun umumnya. HSD memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan MFO. Hal tersebut dapat terjadi karena proses pengolahan HSD yang jauh lebih rumit dibandingkan dengan MFO. Pastikan Anda bisa menemukan supplier LSFO, supplier HSFO, MGO, atau HSD yang memberikan harga terbaik untuk efisiensi anggaran bisnis.

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa fungsi dari kedua jenis bahan bakar industri ini tidak jauh berbeda. Hanya saja, proses pengolahan dan karakteristiknya yang memiliki ketidaksamaan. Setiap bunker supplier pasti menyediakan produk terbaik untuk digunakan. Anda bisa mendapatkan produk BBM industri ini dengan kualitas terpercaya tentunya hanya di Turbion.

Tags:

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *