Alur Penanganan Marine Fuel Oil dari Bunker Tank ke Mesin

Latest Post

Bunkering adalah proses menerima fuel ke storage tank kapal, bukan tahap pengolahan minyak mentah. Setelah delivery selesai, fuel ditangani melalui rangkaian storage, treatment, dan supply system sebelum digunakan oleh mesin.

Konfigurasi aktual bergantung pada jenis kapal, engine maker, dan fuel yang dipakai.

Panduan ini bersifat umum. Pemeriksaan, pengaturan, dan pengoperasian equipment harus mengikuti manual produsen, prosedur keselamatan kapal, serta karakteristik bahan bakar yang digunakan.

1. Storage tank

Fuel diterima ke bunker atau storage tank yang telah dialokasikan. Sebelum transfer, kru memastikan kapasitas tersedia, valve line-up benar, venting berfungsi, dan risiko mixing telah dipertimbangkan.

Tank sounding, sampling, dokumen, dan quantity reconciliation dilakukan sesuai prosedur.

2. Settling tank

Untuk residual fuel, sejumlah fuel dipindahkan ke settling tank. Heating membantu mencapai kondisi yang mendukung pemisahan awal air dan sediment sekaligus mempersiapkan fuel untuk treatment berikutnya.

Temperature harus mengikuti karakteristik fuel serta batas aman sistem.

3. Separator atau purifier

Fuel dialirkan melalui centrifugal separator untuk mengurangi water, cat fines, dan kontaminan padat. Efektivitasnya dipengaruhi oleh temperature, flow rate, kondisi bowl, dan pengaturan separator.

Sludge perlu dibuang dengan aman sesuai prosedur kapal.

4. Service tank dan conditioning

Fuel yang telah ditreatment masuk ke service atau day tank. Dari sini, booster system mengalirkan fuel melalui heater, filter, dan viscosity control menuju engine.

Parameter temperature dan viscosity tidak boleh disamaratakan karena harus mengikuti fuel analysis dan rekomendasi engine maker.

5. Supply menuju mesin

Final filter melindungi injection equipment sebelum fuel masuk ke engine. Pressure, temperature, viscosity, differential pressure filter, dan return flow dipantau selama operasi.

Perubahan fuel dilakukan melalui prosedur changeover untuk mencegah thermal shock atau masalah compatibility.

Jaga Kualitas Fuel pada Setiap Tahap Penanganan

Penanganan di kapal akan lebih terkontrol jika spesifikasi fuel, dokumen, dan rencana delivery dikomunikasikan sejak awal dengan MFO supplier Batam yang memahami kebutuhan operasional maritim.

TURBION menyediakan MFO LSFO dan HSFO di Batam melalui layanan STS dan PTS. Ketersediaan produk, quantity, lokasi, dan jadwal delivery perlu dikonfirmasi sebelum pemesanan; penanganan fuel onboard tetap mengikuti prosedur kapal dan rekomendasi equipment maker.

References

1. Wärtsilä Encyclopedia – Fuel oil system

2. Alfa Laval – Integrating cat fine defence

Tags:

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *