Bunker Delivery Note (BDN) adalah dokumen utama yang mencatat rincian fuel oil yang disuplai ke kapal. Dokumen ini penting untuk traceability, verifikasi quantity dan spesifikasi, serta kepatuhan terhadap MARPOL Annex VI. Salah satu red flag yang sering muncul dalam artikel online adalah menyebut BDN sebagai ketentuan MARPOL Annex IV; yang benar, ketentuan BDN untuk fuel oil berada di MARPOL Annex VI.
Bagi buyer yang bekerja dengan Marine Fuel Supplier Indonesia, memahami isi BDN membantu tim vessel memeriksa apakah informasi delivery sudah lengkap sebelum dokumen disimpan sebagai record kapal.
Memahami Bunker Delivery Note
1. Apa Fungsi Bunker Delivery Note?
BDN merekam informasi utama mengenai supplier, receiving vessel, produk, quantity, density, sulfur, flashpoint, dan declaration of conformity. Dokumen ini bukan pengganti certificate of quality atau hasil analisis laboratorium, tetapi menjadi bagian penting dari dokumentasi bunker dan pemeriksaan kepatuhan.
2. Informasi Minimum yang Perlu Dicantumkan
Berdasarkan Appendix V MARPOL Annex VI yang berlaku saat ini, BDN untuk kapal yang tunduk pada ketentuan tersebut memuat setidaknya:
• Nama dan IMO number receiving ship
• Port atau lokasi delivery
• Tanggal dimulainya delivery
• Nama, alamat, dan nomor telepon marine fuel oil supplier
• Product name
• Quantity dalam metric tonnes
• Density pada 15°C
• Sulfur content dalam % m/m
• Flashpoint dalam °C atau pernyataan sesuai ketentuan yang berlaku
• Declaration yang ditandatangani supplier representative mengenai conformity dengan Regulation 18.3 dan sulfur limit yang relevan.
3. BDN dan Representative Sample
MARPOL Annex VI juga mengatur representative sample dari fuel oil yang disuplai. Sample harus ditangani, diberi label, dan disegel sesuai pedoman. BDN disimpan setidaknya tiga tahun setelah delivery, sedangkan representative sample berada di bawah kontrol kapal sampai fuel terkait sebagian besar telah digunakan, tetapi tidak kurang dari 12 bulan sejak tanggal delivery.
4. Verifikasi sebelum Dokumen Ditutup
Sebelum menerima dokumen final, receiving officer perlu memeriksa konsistensi antara BDN, quantity record, product ordered, sample seal, dan dokumen pendukung. Supplier representative bertanggung jawab atas declaration yang dipersyaratkan pada BDN. Jika terdapat data yang tidak sesuai, discrepancy sebaiknya didokumentasikan sebelum operasi dinyatakan selesai.
5. Apa yang Dilakukan Jika Ada Perbedaan?
Jika quantity, product information, sulfur, atau data lain menimbulkan keraguan, lakukan verifikasi berdasarkan kontrak, hasil measurement, sample, dan certificate yang tersedia. Bila diperlukan, Letter of Protest atau mekanisme claim dapat digunakan sesuai prosedur. Hindari mengubah data pada BDN tanpa proses verifikasi yang sah.
Kesimpulan
BDN yang lengkap membantu melindungi kedua pihak karena informasi delivery dapat ditelusuri dengan jelas. Karena formatnya dapat berbeda antar-supplier, fokus utamanya adalah memastikan seluruh informasi minimum yang diwajibkan tercantum dan dokumen disimpan sesuai ketentuan.
Sebagai Marine Fuel Supplier Indonesia yang beroperasi dari Batam untuk MFO, TURBION menyediakan LSFO dan HSFO melalui Ship-to-Ship dan Port-to-Ship di Batam. Untuk kebutuhan Biosolar, distribusi didukung melalui jaringan agent di Indonesia. Buyer dapat mengonfirmasi kebutuhan dokumentasi sejak tahap pemesanan agar proses delivery lebih terstruktur.



