Seperti yang diketahui, bahan bakar industri jenis Marine Fuel Oil (MFO) ini sangatlah beragam. Marine Fuel Oil (MFO) tersedia dalam beberapa jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Secara umum, MFO terdiri dari High Sulphur Fuel Oil (HSFO) dan Low Sulphur Fuel Oil (LSFO). Khusus untuk HSFO, terdapat dua grade yang umum digunakan, yaitu MFO 180 dan MFO 380, yang memiliki karakteristik berbeda sesuai aplikasi industrinya.
Harga yang ditawarkan oleh supplier BBM industri umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti fluktuasi harga Indonesian Crude Price dan minyak mentah Brent. Selain itu, nilai tukar mata uang dan juga wilayah distribusi menjadi faktor pemicu terjadinya perbedaan atau perubahan harga bahan bakar minyak industri dari supplier MFO.
Perbandingan Jenis Marine Fuel Oil
1. MFO Low Sulfur
Jenis bahan bakar MFO merupakan salah satu BBM non-subsidi yang banyak digunakan pada sektor industri maupun perkapalan. Dibandingkan dengan jenis MFO lainnya, Low Sulphur Fuel Oil (LSFO) umumnya memiliki harga yang lebih tinggi karena kandungan sulfurnya lebih rendah dan telah memenuhi kebutuhan operasional yang mengutamakan standar emisi yang lebih baik.
Harga LSFO dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti berbagai faktor, seperti pergerakan harga minyak mentah global, nilai tukar mata uang, biaya distribusi, hingga kebijakan perpajakan di setiap wilayah. Oleh karena itu, pelaku industri disarankan untuk menghubungi Fuel Supplier Indonesia terpercaya guna memperoleh informasi harga terbaru yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
Memilih reputable fuel supplier Indonesia juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Selain menawarkan informasi harga yang kompetitif, supplier yang terpercaya mampu memastikan kualitas bahan bakar sesuai standar sehingga dapat membantu menjaga performa mesin dan meningkatkan efisiensi operasional.
2. MFO High Sulfur
Jenis bahan bakar berikutnya yang banyak didistribusikan oleh supplier BBM industri adalah High Sulphur Fuel Oil (HSFO). Sesuai dengan namanya, bahan bakar ini memiliki kandungan sulfur yang tinggi, bahkan dapat mencapai 3,5% atau lebih, sehingga umumnya digunakan pada mesin dan fasilitas yang memang dirancang untuk menggunakannya.
Secara umum, HSFO memiliki harga yang lebih ekonomis dibandingkan LSFO, sehingga menjadi pilihan bagi banyak industri yang mengutamakan efisiensi biaya operasional tanpa mengesampingkan kebutuhan performa mesin.
Tersedia dua jenis HSFO, yaitu MFO 180 dan MFO 380. MFO 180 dikenal memiliki tingkat viskositas maksimum 180 cSt pada suhu 50°C sehingga memerlukan pemanasan awal sekitar 100–110°C sebelum digunakan pada mesin kapal maupun boiler.
Sementara itu, MFO 380 memiliki viskositas yang lebih tinggi, yaitu 380 cSt. Karakteristik tersebut membuatnya memerlukan suhu pemanasan yang lebih tinggi, sekitar 120–140°C, sebelum digunakan pada sistem pembakaran.
Faktor Pembeda Harga Marine Fuel Oil
1. Wilayah Distribusi
Perbedaan harga MFO juga dipengaruhi oleh lokasi distribusi. Biaya logistik, jarak pengiriman, serta kebutuhan operasional di setiap wilayah dapat memengaruhi harga akhir yang diterima pelanggan. Tentu masing-masing memiliki rentang harga jual yang berbeda.
2. Volume Pembelian dan Sistem Pengiriman
Volume pembelian dan metode distribusi juga memengaruhi harga. Kontrak jangka panjang maupun pembelian dalam jumlah besar umumnya memiliki skema penawaran yang berbeda dibandingkan pembelian satu kali. Selain itu, metode distribusi seperti Ship-to-Ship (STS) juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi biaya operasional distribusi.
Pada akhirnya, harga bukanlah satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Fuel Supplier Indonesia. Kualitas produk, keandalan pasokan, kemampuan distribusi, serta pengalaman operasional merupakan aspek yang sama pentingnya untuk mendukung kelancaran bisnis.
Sebagai Fuel Supplier Indonesia, Turbion menyediakan berbagai pilihan bahan bakar, mulai dari Marine Fuel Oil (HSFO & LSFO), Marine Gas Oil (MGO), High Speed Diesel (HSD), hingga Biosolar, yang didukung layanan Ship-to-Ship (STS), Port-to-Ship (PTS), dan Trucking untuk memenuhi kebutuhan sektor industri maupun maritim.



